Cleanser

Cleanser

Cho Hika’s Presented ..

“Cleanser”

Starring by Park Chanyeol, Choi Sooyoung and other minor cast(s)

With feelin’ Comedy-Romantic and Friendship (slight)

And rated for PG

As long as Vignette

.

Thanks for pearlshafirablue who was created the poster. How great you are ! ^^

.

Disclaimer : All of mine, don’t claim as yours !

.

A/N : Read slow and leave your comment, ok guys ?!

.

Lebih indah dan berharga dari berlian, begitulah matamu. Disanalah, aku bermimpi untuk bersamamu. —Park Chanyeol

.

“Memangnya apa yang kau inginkan, eoh?”

“Ha! Kau seperti tidak mengenalku saja.”

“Terserahlah.”

Ekhem. Mari kita mulai.

Diawali dari percakapan dua manusia dengan simpangan tinggi yang tengah sedikit bercakap.

Kalian tahu mereka?

Dua sahabat idiot milik SM Entertainment.

Siapa?

Yuhu~ They are BaekYeol!

Si pendek dan si jangkung itu tengah berjalan menelusuri lantai 3A gedung SM dengan maksud dan tujuan tertentu.

“Mana sih noonadeul itu? Tumben sekali!” Gerutu Baekhyun.

Ah! Pria dengan eyeliner tebal ini gelisah sekali kelihatannya!

Satu sosok yang dicarinya tak kunjung ditemukannya. Idolanya. Pujaannya. Kim Taeyeon.

Hanya untuk berfoto bersama ; begitu alasannya.

Padahal Chanyeol pun tahu, Baekhyun sudah mengoleksi ‘foto bersama Taeyeon’ bertumpuk-tumpuk.

Bertumpuk-tumpuk?

Oh! Chanyeol baru ingat. Baekhyun bilang kalau fotonya sudah sampai 1000 akan ia buat ruangan dengan dinding berlapis foto tersebut. Dan ruangan itu akan ia gunakan untuk latihan vokal.

Hm, mungkin maksudnya melebihi ‘the power of music‘ ya? Menjadi ‘the power of love‘.

Ow~ So sweet~

“Kau tahu ini hari apa?” Tanya Chanyeol tiba-tiba.

Sembari berjalan dan mengedarkan pandangan, Baekhyun menjawab pertanyaan Chanyeol dengan acuh tak acuh. “Rabu.” katanya.

Chanyeol menghela nafasnya perlahan sembari menyelaraskan langkahnya dengan Tuan Byun. Sure! Ini mudah! “Dan kau tahu SNSD noonadeul latihan hari apa?” tambahnya.

Yep!

Satu kalimat yang dapat menghentikan langkah Baekhyun.

Wajahnya cengo sekali kala itu. Bahkan Chanyeol seperti ingin tertawa saja.

“Satu minggu full minus rabu dan sabtu. HUWA!”

 

Mohon maaf semuanya. Tapi beginilah Baekhyun. Tempat sepi pun bisa ia buat ramai hanya karena suara sopran nya itu.

Alih-alih takut terkena serangan tuli mendadak, Chanyeol yang berada disamping Baekhyun segera menutup rapat telinga supernya dengan kedua telapak tangannya.

“Ya! Kenapa kau baru bilang sekarang?” Rutuk Baekhyun kesal.

Chanyeol bergidik. Seram sekali ; batinnya. “Salahmu sendiri tidak mengingat jadwal.”

Cukup! Cukup bagi kedua makhluk ini melanjutkan pembicaraan tak bermutunya. Cukup bagi Baekhyun membuat pegal kakinya sendiri lantaran kesana-kemari digedung SM yang notabennya sangat luas. Dan cukup bagi Chanyeol mendengar celotehan Baekhyun. Baiklah, cukup! Cukup sekian dan terimakasih *heleh ngelantur*

Oke! Daripada makin ngawur, Chanyeol memilih untuk cepat-cepat meninggalkan Baekhyun yang kepalanya sudah kembali berasap —bahkan menyeluarkan wedus gembel.

Lari lari lari! Lari lari lari! ; Chanyeol bersenandung dalam hati seakan merasa bahwa dirinya adalah Tsubatsa. Maklum~ Yang ini efek terlalu sering menonton film kartun.

Tanpa terasa, indra pendengarannya yang tajam itu bergoyang-goyang.

Seperti ada sinyal-sinyal saat melewati ruang praktek.

Sinyal yang mengatakan bahwa diruang praktek itu pasti ada seseorang didalamnya.

Chanyeol seharusnya tahu, kalau hari ini ruang praktik kosong. Tapi otak Chanyeol lebih tahu! Sampai akhirnya Chanyeol mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.

Sooyoung.

Yeaha! Kembang api meletup-letup dikepala Chanyeol. Cengirang lebar khasnya pun menghiasi senyumnya. Bahkan ia sampai menganga melihat sosok Sooyoung dalam ruang latihan yang hanya memakai hotpants dan atasan you can see.

“Hangat sekali disini.” Ucap Chanyeol sembari mengelus-elus dada bidangnya.

Kalau saja ia berani, mungkin ia sudah didalam sekarang. Tapi apadaya. Ia malu. Padahal biasanya malu-maluin.

“Masuk!” Seru Sooyoung menggema seisi ruangan.

Cukup membuat spot jantung bagi Chanyeol. Sooyoung pasti menyadari kehadiran pria condong idiot ini.

Mau bagaimana lagi? Kalau sudah begini ya..
Tinggal jalani saja.

“Yang awalnya hanya sendiri. Sekarang jadi berdua.” Chanyeol nyengir.

Sooyoung memutar bola matanya. Kemudian ia sedikit menjauh dari Chanyeol untuk membungkus tubuh atasnya dengan kemeja. Dia memang tipikal wanita tomboy.

“Sembarangan mengintip senior!” Ucap Sooyoung datar sembari melempar benda yang tampak seperti tempat pensil -bagi Chanyeol —kearah Chanyeol.

Chanyeol berhasil menangkapnya. Dan lagi-lagi ia mencoba mengintip isinya.

Oh~ Ini bukan tempat pensil, tapi ini tempat peralatan pembersih wajah —sepertinya ; batin Chanyeol.

“Tuh kan ngintip lagi!” Sooyoung berkacak pinggang. Matanya menyipit dibuat-buat.

“Hehe..” Chanyeol nyengir dengan lebarnya.

Sooyoung melangkah mendekati Chanyeol. Dan menekan bahu Chanyeol kebawah.

Chanyeol memang tidak mengerti apa-apa. Yang penting baginya pundaknya sudah disentuh bidadari hari ini. How lucky!

Chanyeol duduk bersila. Pun Sooyoung begitu.

Lutut mereka bertemu. Pun pandangan mereka.

Zrrtt. Seperti ada setrum diantara pandangan Chanyeol dengan Sooyoung.

Bagi Chanyeol, tatapan Sooyoung kala itu mengerikan seperti dalam suasana mencekam. Begitupun sebaliknya. Bagi Sooyoung, tatapan Chanyeol kala itu tampak idiot dan seperti orang takut.

“Sekarang aku sibuk. Job ku dimana-mana. Bahkan aku sampai diberi waktu tambahan latihan sendiri lantaran tidak dapat latihan bersama member lainnya. Dan akhir-akhir ini aku tidak sempat merawat wajahku.” Mimik Sooyoung cepat berubah rupanya. Belum lama mencekam, sudah terlihat tenang, bahkan tampak imut dimata Chanyeol. Sampai-sampai Chanyeol merasa terhipnotis.

“Tanpa kau rawat wajahmupun kau tetap cantik dimataku.” Ucap Chanyeol tak sadar.

Sooyoung melongo. Pria ini benar-benar idiot rupanya ; pikir Sooyoung.

“Karena kau telah mengintip, kau kuberi sanksi. Sanksimu adalah cukup dengan membersihkan wajahku. Uh! Sudah tidak enak ini rasanya.” Rutuk Sooyoung sembari mengusap lembut wajahnya.

“Dengan senang hati.” Jawab Chanyeol masih tak sadar.

Anak ini tidak beres ! ; pikir Sooyoung. Maka Sooyoung menyentil jidat Chanyeol untuk memastikannya.

“Aw!” Rintih Chanyeol sambil mengelus jidatnya. Sooyoung menyeringai.

“Sudah sadar?” Tanya Sooyoung judes.

Chanyeol mengangguk kesakitan.

Jadi bagaimana jika kita mulai bersih-bersihnya sekarang?

Sooyoung membantu Chanyeol menjejerkan alat dan bahan yang ada. Mereka meletakkannya dilantai. Jujur, Chanyeol tidak mengerti soal bersih-bersih wajah. Bukankah setiap orang terlahir dengan wajah bersih? Mana ada orang yang terlahir dengan kulit pisang menempel pada wajahnya —mungkin? Entahlah~ Itu hanya pikiran bodoh khas Chanyeol.

“Jadi, kita mulai dari mana?” Tanya Chanyeol.

Sooyoung yang sedang menguncir rambutnya bahkan sampai tidak jadi. Malas sekali ; batinnya.

“Bahkan di 2013 ada pria yang tidak suka membersihkan wajahnya.” Ucap Sooyoung.

“Terimakasih atas sindiran halusmu, noona. Tapi aku selalu minta bantuan Kris soal ini.” Jawab Chanyeol tenang.

Sooyoung berdecak. “Huh! Kalau tau begitu, seharusnya tadi itu Kris saja yang datang. Kris saja yang duduk bersila dihadapanku. Kris saja yang membersihkan wajahku. Kris saja yang mengayun tangannya dengan kapas menjamahi setiap lekuk wajahku. Kris sa…” Kalimat itu terpotong lantaran Chanyeol menutup mulut Sooyoung rapat-rapat dengan satu pack kapas.

Huek.

Sooyoung memuntahkan kapas itu. Dan bisa kita bayangkan sekarang bagaimana wedus gembel ada dipuncak kepala keduanya.

Yang satu kepanasan lantaran cemburu. Dan yang satu kepanasan atas perlakuan tidak sopan —terhadap sunbae.

Tidak perlu diperpanjang. Untunglah keduanya tidak menyukai perang mulut. Untunglah Chanyeol dapat mengambil alih situasi.

Chanyeol mengambil milk cleanser. Dituangkannya ditelapak tangan kirinya. Dan sekarang tangan kanannya menarik sisi dagu Sooyoung lebih keatas. Dan biarkanlah kita beri waktu duo tiang ini ber-milk cleanser ria.

Sooyoung memelototkan matanya seakan memberikan kata-kata ‘Apa kau?! Apa liat-liat?!’. Sementara Chanyeol dengan bangga, terharu, senang dan dagdigdug berhasil mengoles seluruh milk cleanser itu disetiap lapisan kulit wajah Sooyoung.

“Jangan bicara soal Kris lagi. Sudah cukup bagiku cemburu lantara shipper-mu dengan Kris diluar sana lebih banyak dibanding shipper-mu denganku. Jadi mulai sekarang berhentilah berbicara soal Kris. Dan juga jangan sampai kau memancingku untuk mengeluarkan nama itu dari mulutku. Kau tahu? Aku lebih baik darinya. Aku yakin.” Ucap Chanyeol tenang, setenang air.

Kalau saja ini adalah film ala ala melodrama, sudah dipastikan mata Sooyoung akan berkaca-kaca. Tapi sayangnya ini bukan melodrama. Sehingga yang dipikiran Sooyoung justru tampak berbeda.

Semakin kesini, semakin idiot saja. Ngelantur kesana kemari. Sebesar apasih memangnya semangat cintanya padaku? ; batin Sooyoung.

Sebenarnya Sooyoung tahu kalau Chanyeol menyukainya. Setidaknya itu yang dikatakan Baekhyun tepat sebelum stage Romance Fantasy dimulai. Padahal Sooyoung tahu, Chanyeol sangat menyukai Sandara Park. Tapi Sooyoung lebih percaya Baekhyun. Memang siapa lagi teman terrrdekat Chanyeol?

Tanpa Sooyoung sadari, tatapan juteknya sejak awal kini semakin surut. Semakin memancarkan sesuatu yang Chanyeol berpikir selama ini.

“Lebih indah dan berharga dari berlian, begitulah matamu. Disanalah, aku bermimpi untuk bersamamu.”

Chanyeol! Selalu saja pria ini tampak bodoh dihadapan wanita sekelas Sooyoung.

Sooyoung tampak tidak mempan dengan rangkaian kata indah. Maka ia melemparkan death glare nya sehingga menyadarkan Chanyeol.

Seperti baru membangunkan macan dari tidurnya.

“Ya! Kau ini bicara apa?!” Tanya Sooyoung.

“A..aa..ani! Hanya.. Eum.. Hanya..”

Skakmat!

Chanyeol-aa, kasihan sekali dia tidak bisa berkutik. Haha!

Memang begitu kan kenyataannya?

Berusaha berbicara —atau memenangkan pembicaraan— dihadapan orang yang kita cintai memang tidak mudah.

Dan sekarang apa jadinya?

Macan benar-benar bangun!

“Kusuruh kau untuk apa tadi?” Tanya Sooyoung pelan.

“Eum..” Masih tidak bisa menjawab rupanya.

“Kusuruh kau untuk apa tadi?” Semakin ada penekan nada disetiap katanya.

Chanyeol, ayo semangat!

“Kau mendengarku tidak?!” Sudah mulai sedikit mengeras lagi suaranya.

“Bersihkan wajahku dengam benar atau kupanggil Kr..”

Maaf, lagi-lagi kalimatnya terpotong.

Bagaimana bisa?

Why not?

Kenyataannya Chanyeol kembali berhasil mengunci mulut Sooyoung rapat-rapat. Tapi kali ini dengan bibirnya.

Sebuah ciuman panas yang dilakukan saat emosi meluap. Beginilah jadinya.

Lupa diri.

Lupa. Mana yang idiot, mana yang jutek.

Keduanya menikmati.

Mungkin ini yang namanya naluri. Atau cinta?

Entahlah~ Yang pasti mereka sedang tidak berbohong sekarang.

Byun.

Astaga! Kita lupa Tuan Byun.

Oh oh oh ~

Bahkan ia melihat kisah romansa ini. Wajahnya menyembul dari celah pintu.

Iri.

Begitu kelihatannya.

“Sudah kuduga, mereka..” Ucap Baekhyun menggantung.

Ia kembali membenarkan posisi berdirinya dan hendak melangkah pergi meninggalkan ruang penuh kehangatan itu.

“Dasar pasangan idiot! Yang satu benar-benar idiot dan yang satunya baru ketularan idiot.” Lanjut Baekhyun.

END

Hahaha ini ff nya idiot 😀 Lantaran bawa maincast idiot dan ditulis saat sedang idiot(?) *eh 😀 Iiseng aja ngepost ff yang ternyata sudah ada di draf ku pada jaman dahulukala///?? yang kemudian aku edit edit dikit. Inti cerita simpel banget yak? 😀

Oke reader semuanya, semoga dapat terhibur ya dengan ff ini. Soalnya ini kali pertama aku buat ff yang romance-comedy nya bisa dibilang fiftififti(?). Harus dikomen loh *maksa* Kritik dan saran sangat diterima {}

With love,
HIKA

11 thoughts on “Cleanser

  1. wakakakak sumpah ini pasangan kocaknya bego banget sepakat dah sama baekhyun kalo sooyeol itu beneran pasangan idiot, kalo yg atu mah gausah ditanya nah yg dorky ini ngapa ikutan

  2. pasangan Idiot -_-
    Bukankah setiap orang terlahir dengan
    wajah bersih? Mana ada orang
    yang terlahir dengan kulit
    pisang menempel pada
    wajahnya —mungkin!
    bener” idiot si chanyeol hahah -_-
    keep writing😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s