[Vignette] Paparazzi (AS Lucky)

image

Paparazzi

Presented by

Cho Hika

Starring by

Byun Baekhyun and Choi Sooyoung

With feelin’

Romance and Fluff

and

Rated for PG

*

Disc :
PLOT is MINE !

*

A/N : Sorry for bad fic

*

Recomended :
“You become the meaning of my life.” (MLTR – You Took My Heart Away)

Backsound :
SNSD – Paparazzi

*

Tidak ada agenda tertentu untuk hari ini. Hanya saja, aku sedang ingin melihat bidadari ku. Sedang apa dia?

Huh! Mengapa bulan malam ini terlihat berwarna biru?

Ck, lucu sekali!

Apakah ini karena aku terlalu merindukannya?

Bidadariku itu..

Wanitaku,

Choi Sooyoung.

Namun agak kesal sekali rasanya ketika aku melihatnya beradu akting dengan pria lain.

Kuakui ini memang terlihat egois. Tapi aku tidak pernah mengatakan hal ini padanya. Aku serius!

Bertemu dengannya pun sulit. Bagaimana aku bisa bicara dengannya?

Semenjak debutnya sebagai Actrees dan mendapatkan penghargaan Best Rookie Actrees, semakin sulit untuk bertemu dengannya. Semakin jauh jarak diantara kami.

Ini semua karena karirnya. Dan aku pun sibuk dengan skripsi ku.

Tapi kali ini aku hanya ingin melihatnya.

Setidaknya, menyamar jadi paparazi pun tak masalah bagiku.

Dengan pakaian hangat khas musim dingin yang menutupi tubuhku, serta kacamata yang sudah bertengger tenang dihidungku. Isn’t i look like a paparazzi?

Yeah!

Sooyoung, kulihat kau semakin cantik saja.

Bahkan kecantikanmu itu kau pamerkan sampai dengan baleho-baleho di jalan besar.

Bahkan dinding pinggir jalan sekalipun, terdapat wajahmu disana.

Biar saja jika memang fotomu tersebar dimana-mana. Yang penting hatimu hanya untukku.

Ck, bicara pada siapa aku ini?

Hanya berjalan menelusuri sudut Kota di malam hari benar-benar membuatku terlihat tak memiliki pekerjaan.

Tapi tidak tahukah?

Tujuanku adalah perusahan Entertainment besar yang menaungi bidadariku, wanitaku, Choi Sooyoung.

SM Entertainment.

Merekrut Sooyoung sebagai artisnya karena Sooyoung memiliki koneksi dari universitasnya. Maklum saja, dia kan jurusan teater.

Ah! Hampir sampai ke gedung SM.

Paparazi menumpuk disana.

Wartawan juga.

Fiuh~ Apa aku harus menunggu diluar saja?

Tak apa.

Kulihat siluet tubuh wanitaku kini tengah berjalan santai keluar gedung.

Dengan santai pula aku mengikutinya.

Oh! Beginikah?

Bila memperhatikan cara jalannya, aku yakin bahwa wanitaku ini tengah gelisah.

Sementara dari gesture nya, ia pasti sedang berusaha menghindari wartawan dan paparazi yang terus menerus membuatnya lelah dan malas.

Sooyoung ku, tak sadarkah kau bahwa pria yang berjalan dibelakangmu ini adalah pria mu?

Aku patut dikasihani, ya?

Blitz

Normal’s POV

Satu kamera menangkap gambar Sooyoung.

Sadar akan hal itu, Sooyoung mempercepat langkahnya.

Semua ini diluar praduganya.

Masuk ke dunia Entertainment cukup sulit juga.

Bukan soal perjuangan saja. Tapi juga wartawan-wartawan serta paparazi-paparazi ini.

Sooyoung tahu, tanpa mereka, artis bukanlah apa-apa.

Tapi tolong! Hargai waktu istirahat mereka.

Dan berhentilah membuat gosip yang akan menjatuhkan mereka.

Apalagi artis yang kemampuannya sudah mulai diacungi jempol. Makin sulitlah hidup mereka. Hujatan antis sampai komentar netizen akan sangat berpengaruh besar.

Persis seperti yang dialami artis kita, Sooyoung.

Back to situation.

Paparazi kini tidak menyembunyikan diri mereka lagi. Dan jumlahnya bahkan semakin banyak.

Gawat! Rencananya, malam ini Sooyoung hanya ingin tidur untuk merileksasikan otot-ototnya yang kaku setelah aktifitas yang dapat dibilang ‘membunuh’.

Grep.

Seseorang menutup mulut Sooyoung dan menarik tubuh Sooyoung cepat.

Tempatnya yang gelap membuat paparazi paparazi lain itu menyerah mencari Sooyoung.

Ekhem.

Kalian tahu bukan, siapa ‘seseorang’ itu?

Pria itu. Pria nya Sooyoung.

*

Baekhyun’s POV

“Bagaimana kabarmu?” Aku membuka pembicaraan.

Tapi sayang, wanitaku rupanya belum mau mengeluarkan suaranya. Ia hanya mengangguk sambil menguntal handuk dirambutnya.

Aku hanya dapat menghembuskan nafas, menahan hawa panas.

“Ngh~” Ini suara pertamanya.

Hanya sebuah lenguhan kecil kala ia mengusap peluhnya.

Ck, aku jadi ingin tertawa.

Rasanya seperti salah tempat!

Setelah lama tak bertemu, aku justru langsung membawanya ke sauna. Ke ruang penghangat malah!

Aku harap aku tidak salah tempat.

Deg!

Jantungku berpompa dengan sangat amat cepat.

Kenapa?

Karena wanitaku.

Wanitaku ini baru saja memperkecil jarak diantara kami. Dan bahkan ia menyandarkan kepalanya dibahuku.

Sekelebat pikiran melintas di otak-ku. Salah satunya bukanlah pernyataan, tapi pertanyaan.

‘Apakah ini alasan mengapa aku hidup? Alasan untuk menjadi tempat sandaran sebagian tulang rusukku sendiri? Wanitaku, Choi Sooyoung.’

Aku mengelus lembut rambutnya yang pendek.

Astaga! Seingatku baru kemarin aku melihat rambutnya yang tergerai panjang kala kami ingin berkencan ke bioskop waktu itu.

Ya, mungkin beginilah.

Faktor pekerjaan.

“Aku merindukanmu.” Seru Sooyoung tiba-tiba.

Suaranya,

parau.

“Aku juga merindukanmu. Tapi…”

Padahal frasa ku belum selesai. Tapi wanitaku keburu panik. Ia langsung menegakkan wajahnya dan menatapku resah. “Tapi apa?”

Aku tersenyum.

Jadi ia menunggu kalimat berikutnya? Ck,

“Tapi mengapa suaramu menjadi parau begitu? Kurang istirahat, eoh?!”

Sooyoung-ku tersenyum kecil. Itu bukan senyum, itu gesture ungkapan kata ‘Ya’.

“Disini, kembali disini!” Sahutku sambil menunjuk bahuku sendiri dengan mata kecilku.

Kali ini aku mendapat senyuman tulus. Dan tak sampai satu menit pun wanita-ku sudah menempatkan kepalanya dibahuku.

“Rasanya ingin sekali waktu berhenti tepat saat ini juga.” Seru Sooyoung.

Wanita ini!

Masih saja kekanak-kanakan. Mukanya saja yang dewasa. Kekeke~

“Kalau begitu, matikan saja arlojimu, matikan juga ponsel, tab atau apapun yang terdapat waktunya.” Jawabku asal.

Beruntung! Kini aku masih dapat mendengar tawa renyah wanitaku ini.

“Kapan?” Tanyaku asal.

“Kapan apanya?”

“Kapan kau akan mempublikasikan hubungan kita ini?” Tanyaku iba.

Tak kusangka, raut wajah wanitaku ini justru tampak lebih iba lagi. Aku tahu karena ia benar-benar menunjukannya.

“Secepatnya sampai agency ku mengijinkanku membuat pers conference untuk hal ini.”

“Selama itukah?”

Wanitaku mengangguk lemah. Aku tahu, ini tidaklah mudah. Aku mengerti…

Ingin sekali kukecup keningnya.

Ingin sekali kucium jemari tangannya.

Ingin sekali kudekap hangat tubuhnya.

Melihatnya, seperti melihat sangkur yang mana agency nya lah yang memperkenankan.

Tuhan, kuatkan wanitaku ini.

Normal’s POV

Spontan Sooyoung memeluk Baekhyun yang tengah menatapnya nanar.

Dibiarkannya tangan kecil itu melingkar dipinggang Baekhyun. Serta kepala yang menopang dibahunya.

Jadilah peluh mereka yang bersatu padu senada dengan ruangan hangat sauna.

Hingga tak butuh waktu lama, Sooyoung melepaskan dekapannya. Wajahnya yang cantik hanya ia perlihatkan pada lantai peach sauna. Hatinya sedang sedu sekarang.

Merasakan sebuah kesempatan, Baekhyun menggenggam erat tangan Sooyoung. Diangkatnya ke udara. Dan diciumnya lembut punggung tangan nan cantik itu.

Sedikit terangkat kepala Sooyoung karena terhanyut akan romansanya bersama Baekhyun.

Berlanjut sesuai keinginannya. Baekhyun kini menempatkan bibirnya di kening indah Sooyoung.

Ya.

Satu kecupan penuh kasih sayang mendarat mulus dikening Sooyoung.

Ini yang Sooyoung suka.

Baekhyun berbeda.

Flashback ON

“Ini kencan yang keberapa?” Tanya Sooyoung lugu.

“Entahlah, kita sudah terlalu banyak berkencan sampai aku lupa menghitungnya. Kekeke!” Baekhyun tertawa. Untunglah ia tidak tersedak karena kebetulan mereka sekarang ini sedang menikmati steak disebuah restoran ternama yang hanya ada mereka berdua disana (plus pelayan ofc~).

Sooyoung meletakan garpu dan pisaunya disamping piring.

Aneh!

Biasanya ia akan tampak bersemangat jika mengenai makan.

Sadar akan hal itu, Baekhyun juga meletakan garpu dan pisaunya disamping piring. Tak lupa ia mengelap mulutnya dengan tisu. “Ada apa Sooyoung? Kau tidak suka steak-nya ya?”

Sooyoung menggeleng cepat. “Tidak.”

“Lalu?”

“Hanya saja ini kali pertama kau membawaku dinner indoor dengan fluffy scene. Biasanya kan kita kencan dengan beraktifitas outdoor.”

“Jadi kau menyukainya?”

“Tidak juga. Eh!”

Baekhyun mulai merasa lemas. Wanitanya memang polos dan sangat jujur.

“Maksudku bukan begitu.” Cepat-cepat Sooyoung membetulkan kalimatnya. “Malam ini sangar romantis. Tapi sejauh ini masih flat. Apa kau tidak memiliki kejutan lain untukku?”

Baekhyun terdiam. Gesture nya memperlihatkan sebuah tanda tanya.

“Maksudku seperti dengan tiba-tiba kau ber-serenade untukku, atau kejutan cincin dalam makanan, atau juga…” Sooyoung menggantung kalimatnya. Sejujurnya ia tidak yakin untuk melanjutkan kalimatnya. Tapi desakan tanda tanya Baekhyun membuatnya benar-benar melanjutkan kalimatnya.

“Atau dengan mencium bibirku apabila aku makan dengan berantakan?”

Akhirnya kalimat yang satu ini keluar juga.

“Kau mau itu?” Tanya Baekhyun berusaha berusaha memancing.

Sooyoung bingung. Ia menggigit bibir bawahnya, tak tahu harus jawab apa.

Baekhyun bersiap.

Ia berdiri dari kursinya. Kemudian mengancingkan jasnya dan sedikit menariknya kebawah.

Sementara Sooyoung gemetaran.

Baekhyun justru membungkukan tubuhnya dan menghadap wajah Sooyoung.

Cup.

Hanya sebuah kecupan yang sangat hangat dikening Sooyoung.

Sooyoung menunggu. Menunggu penjelasan dari Baekhyun usai mengecup kening indahnya.

“Kecupan di kening berarti kasih sayang yang mendalam.” Ujar Baekhyun.

“Tapi…”

“Bibirmu, kehormatanmu. Sebagai lelakimu, aku akan senantiasa menjaga kehormatanmu. Dan aku akan menyentuhnya kelak ketika aku sah sebagai pendamping hidupmu, dimata Tuhan.”

Succesful!

Baekhyun, kau selalu berhasil melumerkan hati nona kita, Choi Sooyoung.

Flashback OFF

Baekhyun masih membiarkan bibirnya mengerucut dikening Sooyoung. Sooyoung pun tampak begitu nyaman. Sehingga rona bahagia terpancar dari keduanya.

Cekrik!

Kali ini seorang paparazi yang entah dari mana, berhasil mengabadikan momen romansa ini.

(Backsound : SNSD – Paparazzi)

END

Ulalala lalalala ulalala oooh oooh ~ *nyanyi sambil goyang kepala*

wkwk😀

Pertama tama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME. *reader : mau pidato?* xD

Kekeke, to the point aja ya😀

Aku pribadi, kalo ngeliat couple BaekSoo ko’ pengennya bikin yang fluffy fluffy gitu. Mungkin karena aku suka ngeliat Baekhyun make jas yang bikin dia keliatan dewasa.

Ah~ buat sequel yang satu ini, tadinya mau aku bikin Marriage-life loh! Tapi setelah aku pikir”, mereka masih muda *yang nulis juga*😀 jadi aku buat gini deh🙂

Maaf ya lama banget aku ngupdate nya. Soalnya aku mulai sibuk lagi nih *so’ sibuk -_-” Eh beneran! *peace

Udah deh, langsung dikomen aja ya🙂 untuk request-an ff yang lain, sabar ya🙂 Makasih🙂

LOVE,
HIKA

4 thoughts on “[Vignette] Paparazzi (AS Lucky)

  1. Ouw, So sweet.. Aku bru baca yg pairing BaekSoo lho..
    Wkwk
    ayo Hika buat yg lain ffnya..
    Pengen deh pairing Soo-chanyeol..
    Kekeke
    Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s