101 [Sequel “Death Angels”]

image

101

Presented by

Cho Hika

Main Cast : Choi Sooyoung and Kim Joonmyun | Support Cast : Kwon Yuri, Huang Zhi Tao, Do Kyungsoo, Kim Minseok and other..

Rating : G | Length : Drabble | Genre : Fantasy, Romance, Family, Fluff and Comedy

Disclaimer :
PLOT is MINE !

Recomended :

“Come little bit closer to me cause I want to tightly hold your hands…” (Super Junior – Angela)

.

“It’s your turn!” 101

Seorang pria berbusana serba putih tengah terduduk dibawah pohon anggur yang menjalar di atasnya. Ia hanya sendirian menatap sekitar. Ia hidup sendiri. Ia tidak mengenal siapapun disini.

Disisi lain tampak seorang wanita yang juga berbusana serba putih masuk melalui gerbang besar nan megah dan bercahaya.

Ini bukan kali pertama bagi wanita itu datang kemari. Ke tempat yang serba putih dan hanya terdapat kebahagiaan didalamnya.

Inilah Surga.

Ia hendak mencari tempat yang sekiranya nyaman. Hingga ia melihat pohon anggur beserta anggurnya yang berwarna ungu menyala.

Ia telah menghampirinya. Jujur, ia tergiur dan hendak mengambilnya.

Tapi ia keduluan oleh seorang pria.

Sontak si wanita seketika muram sementara si pria tersenyum.

Lady’s first. ” Ucap si pria sambil memberikan buah anggur tersebut pada si wanita.

“Terimakasih.” Ucap si wanita sumringah sembari memakan anggurnya.

Tak selang berapa lama, mereka kini tengah terduduk dibawah pohon anggur tersebut, berdua.

Si wanita masih sibuk mengunyah, sementara si pria yang tadinya tersenyum tulus kini justru tersenyum getir.

Menyadari akan hal ini, si wanita penasaran. “Apa yang membuatmu bersedih, tuan?”

Sepersekian detik pria itu menyeringai dan sepersekian detik juga ia langsung terdiam. “Aku punya pertanyaan. Apa kau mau menjawabnya?”

Ugh!

Si wanita tersedak oleh biji anggur yang menyangkut di tenggorokannya. Tapi untunglah, biji anggur sangat kecil sehingga ia bisa menelannya.

“Akan ku coba menjawab.”

“Baiklah,” Si pria mulai membenarkan posisi duduknya. “Apa kau bahagia disini?”

Dengan ringannya si wanita tertawa. “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku bahagia. Kau tahu ini surga, kan?”

“Nah! Itu dia masalahnya.”

“Apa? Apa yang bermasalah? Siapa?”

Sebagai pendengar yang baik, si wanita lantas berpindah posisinya untuk menghadap si pria yang sepertinya akan memulai cerita.

“Kau pendengar pertamaku. Jadi dengarkan aku baik-baik ya?” Seru si pria.

Si wanita hanya mengangguk sambil mengambil tumpukan anggur yang belum lama ia petik dan ia letakkan ditangannya. Baiklah! Kali ini anggap saja bahwa ia sedang menonton film dengan popcorn digenggamannya.

“Aku belum lama tinggal disini. Aku bahkan belum melihat keseluruhan surga. Tapi belum lama, seorang Malaikat Reinkarnasi mendatangiku dan mengatakan bahwa aku akan terlahir kembali menjadi manusia.”

Belum selesai si pria berbicara, si wanita justru sibuk menggeruak didalam hati. Ingin dengar tentang apa yang akan dikatakan si wanita dalam hatinya?

“Oh, begitu. Mengapa pertemuan kita selalu singkat, ya? Belum lama juga aku mencabut nyawamu. Dan kau adalah ruh yang pertama ku cabut setelah aku mendapat bonus mobil lamborg dari BigBoss. Seharusnya saat itu kau ikut denganku saja menggunakan mobil baru. Lagipula nasibmu sama sepertiku…”

Tanpa sadar si pria mengayun-ayunkan tangannya di udara untuk menyadarkan lamunan si wanita.

“Maaf.” Seru si wanita pelan.

Pernyataannya barusan hanya dibalas senyuman oleh si pria. “Tidak apa. Lagipula ceritaku ini memang tidak penting dan tidak menarik. Ya bukan?”

“Tidak! Tidak!” Si wanita berusaha meyakinkan dengan tangannya yang melambai lurus kedepan. “Hanya saja, nasibmu sama sepertiku.”

Jinja? Marhaebwa~”

Sebenarnya ada keraguan dalam diri si wanita untuk menceritakan kisahnya. Tapi, dalam kegundahannya ia juga ingin berbagi agar merasa lebih ringan.

“Dulu aku adalah seorang malaikat. Saat aku meninggal, aku langsung diutus menjadi malaikat. Padahal saat itu aku baru saja masuk kedalam surga. Ya, setidaknya aku masih bisa mencium bau surga. Tapi setelah merasakan sebentar menjadi malaikat, aku justru diperintah untuk berhenti karena aku akan bereinkarnasi.”

“Jadi kau malaikat?”

“Sekarang sudah tidak.”

“Jadi malaikat macam apa kau? Penjaga pintu surga? Reinkarnasi atau apa?”

“Malaikat berkat, si pencabut nyawa.” Seru si wanita dalam hati.

Rasanya berat sekali untuk mengatakannya.

Bagaimana tidak?

Si wanita tidak enak hati kala melihat wajah si pria yang ia ketahui bernama Kim Joonmyun.

Kim Joonmyun adalah ruh ke-101 yang ia cabut nyawanya.

Setelah itu Do Kyungsoo dan setelah itu berakhirlah masa-masa ‘Malaikat’ bagi si wanita yang bernama Choi Sooyoung.

“Kenapa kau diam, nona?”

“Maaf, aku tidak dapat memberitahumu. Ini soal rahasia langit.” Ucap Sooyoung sekenanya.

“Umh, begitu ya? Baiklah tak apa. Tapi..,” Joonmyun menggantung kata-katanya sambil memicingkan sebelah matanya untuk menangkap lebih dalam lagi sosok Sooyoung dimatanya. “Apa kita pernah bertemu, nona?”

It’s your turn!” Ucap seorang Malaikat Reinkarnasi yang tiba-tiba berdiri menghalangi kontak mata diantara Joonmyun dan Sooyoung.

“Tolong beri aku waktu sebentar saja.” Pinta Joonmyun pada Malaikat Reinkarnasi yang menggunakan nametag ‘Kim Minseok‘.

“Baiklah, hanya sebentar.” Malaikat Reinkarnasi itu pun sedikit menjauh dari hadapan Joonmyun-Sooyoung. Ia memperhatikan setiap gerak-gerik Joonmyun.

Joonmyun tak peduli. Kini ia kembali fokus menatap wanita dihadapannya.

“Dengar aku! Aku tidak tahu apakah kita pernah bertemu atau tidak. Tapi aku seperti pernah melihatmu, nona. Dan aku juga tidak tahu akan diberi nama apa oleh orangtua baruku nanti. Walaupun kita tidak akan ingat tentang kehidupan kita sesudah reinkarnasi nanti, berjanjilah untuk bertemu denganku lagi. Aku akan berusaha mengingatmu. Sepertinya aku menyukaimu, Angel!” Joonmyun hendak menggenggam tangan Sooyoung, namun ia keburu ditahan oleh Malaikat Reinkarnasi yang segera menarik Joonmyun pergi menjauh dari Sooyoung.

“Namaku terdahulu KIM JOONMYUN, angel! Semoga tidak berubah dan tolong ingat aku!” Teriak Joonmyun dari kejauhan.

“Aku tahu!” Timpal Sooyoung juga dengan berteriak. Tapi sayang, Joonmyun sudah jauh dan mungkin tidak mendengarnya.

Dibawah pohon anggur Sooyoung senyum-senyum sendiri. Saat Joonmyun dibawa pergi oleh Malaikat Reinkarnasi tadi, Sooyoung melihat nomor urut “101” dipunggung Joonmyun.

“Kim Joonmyun, 101” Pekiknya dalam hati.

Merasa seperti ada magnet dengan sumbu yang berbeda diantara mereka, Sooyoung bangkit dan berlari dengan niat untuk melihat Joonmyun terakhir kalinya di Surga. Ia pasti sedang mengantri di pintu reinkarnasi sekarang.

Untunglah Joonmyun belum memasuki pintunya saat itu.

Terlihat jelas bagaimana Joonmyun yang sepertinya sedang sedikit berbincang dengan Malaikat Reinkarnasi yang sudah siap membuka pintunya.

“Joonmyun!” Panggil Sooyoung.

Joonmyun menoleh dan menunjukan senyum indahnya untuk Sooyoung. Dan tak berapa lama ia masuk kedalam pintu reinkarnasinya.

Disusul Sooyoung yang juga sudah memasuki jadwal reinkarnasinya.

20 years later…

On earth…

Hujan melanda Kota Seoul akhir-akhir ini.

Aneh sekali!

Padahal biasanya musim gugur hanya aka membawa angin dan juga guguran daun. Tapi… Mungkin laut terlalu cepat menguap atau ini sejalan dengan takdir?

Tidak ada yang tahu bukan?

Mari kita lihat suasana halte didepan Gedung Pemasaran sebuah fashion store yang cukup besar.

Cukup sepi.

Hanya ada satu pria disana.

Ia baru saja turun dari bus yang berhenti tepat di halte itu.

Namanya Kim Joonmyun.

Kalian ingat?

Namanya tidak berubah ya?

“Payung, ahjussi?” Ucap seorang anak kecil yang notabene-nya adalah seorang jasa ojeg payung.

“Ne.”

“Ah! Aku dulu!”

Padahal Joonmyun baru saja menggenggam gagang payungnya. Tapi seorang wanita yang sebaya dengannya tiba-tiba saja merebutnya.

“Maaf, noona. Ahjussi ini duluan.” Ucap lelaki kecil sang pemilik payung.

Jinja?” Gadis itu mem-pout bibirnya sambil mengulurkan gagang payungnya untuk diberikan pada Joonmyun.

Joonmyun tersenyum lembut sembari menatap gadis itu hangat. Dalam hati ia bersorak. Betapa bahagianya ia bisa dipertemukan oleh malaikatnya lagi. “Lady’s first.” Ucapnya sopan.

Gadis itu lantas mengerutkan keningnya. “Ternyata stok pria baik masih ada ya?” Ucapnya ringan yang masih dibalas senyuman khas Joonmyun.

Gadis itu hendak melangkah pergi, tapi…
Ia seperti mengingat sesuatu.

“Tuan, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

Joonmyun tersenyum dan memberikan kartu namanya pada gadis itu.

“Hah!” Gadis tersebut membelalakan matanya.

Joonmyun harap, ia masih mengingatnya.

“Kau… Kau…”

“Hm?” Joonmyun terus menunggu kalimat berikutnya yang mungkin akan membuatnya terkena serangan jantung seketika.

“Kau pemilik Fashion Store Dashin, rupanya!”

Sontak Joonmyun ikut membelalakan matanya. Harapannya pupus bersama rintik hujan yang jatuh ke bumi. Seharusnya ia tahu kalau gadis itu tidak akan pernah mengingatnya.

Annyeong haseyo, Tuan Kim. Aku Choi Sooyoung. Aku adalah designer lulusan Universitas Jungshin. Aku baru saja ingin mengikuti lomba design disana. Lihat? Map ku ini penuh dengan banyak design yang fresh lho!”

Ternyata gadis itu masih bernama Choi Sooyoung, malailat Joonmyun.

“Ada baiknya jika tuan duluan saja yang menyebrang dengan payung ini. Lihat? Aku peserta dengan nomor urut 101. Masih lama sekali.” Seru Sooyoung cekikikan sambil menyodorkan payung.

Sang pemilik payung hanya dapat terdiam menunggu fix-nya penggunaan payung.

Seketika Joonmyun menggenggam gangang payung yang dengan kokohnya masih bertengger tangan Sooyoung disana.

“Akan ada pembukaan terlebih dahulu. Sebaiknya kita gunakan bersama saja. Mari!” Joonmyun turut serta mengajak si kecil pemilik payung untuk ikut bersamanya dan juga Sooyoung.

Mereka menyebrang melalui zebra cross yang tersedia disana. Hingga mereka sampai dan membayar si kecil pemilik payung dengan bayaran double lantaran diantara mereka saling sungut untuk membayar jasa ojeg payungnya.

“Map mu tidak kebasahan kan?” Tanya Joonmyun basa-basi sambil berjalan pelan memasuki Fashion Store Dashin bersama Sooyoung.

“Kau bertanya padaku atau pada map ku?” Canda Sooyoung. “Seharusnya kau bertanya ‘kau tidak kebasahan kan?’ begitu!” Seru Sooyoung dengan tawa ringannya.

Mendengar bagaimana tawa ringan Sooyoung, Joonmyun ikut terkekeh. Ia mengingat betul bagaimana Sooyoung yang kala itu menertawainya ringan di Surga.

“Ah! Maafkan aku. Tadinya aku ingin bertanya seperti itu padamu.”

“Ah jinja?”

Joonmyun tersenyum. Jujur, hatinya sangat senang sekarang ini. Yaa, meskipun Sooyoung tidak mengingatnya. Setidaknya mereka telah dipertemukan kembali.

“Tuan Kim?”

“Hm?”

“Rasanya kita pernah bertemu ya?”

Deg

Haruskah Joonmyun menceritakan semuanya di awal pertemuan mereka setelah 20 tahun tak bertemu?

Kerumunan peserta yang menumpuk membuat mereka kesulitan berjalan. “Lebih dekatlah denganku!” Perintah Joonmyun cepat.

“Oh, ne.”

Setelah Sooyoung mendekat, Joonmyun langsung menggenggam erat tangan Sooyoung.

Pintar sekali bukan, Tuan Kim kita ini?

Ia berhasil menautkan tangannya setelah 20 tahun lalu terhalang oleh Angel Minseok. Ck, dia hebat!

“Tidak disangka ya, ternyata mereka dipasangkan didunia baru mereka.” Ucap Angel Yul yang melihat Sooyoung-Joonmyun moment dari tempat yang tidak jauh dari kehadiran dua sejoli barusan.

“Ya, aku juga tidak menyangka,” Timpal Angel Tao yang berada disamping Angel Yul. “Woah~ Jangan-jangan kita masuk dalam acara ‘Gak Nyangka’ ya noona?”

Perkataan Angel Tao barusan langsung disambut toyoran oleh Angel Yul. “Kita ini malaikat, bukan manusia! Lagipula didunia malaikat kan tidak ada TV Streaming, Tao!”

“Aduh! Maaf, noona. Tadi itu aku hanya bercanda. Hehe..”

Angel Yul seketika menatap iba Angel Tao yang tengah terkekeh. “Kapan kita bisa seperti mereka ya Tao? Hidup kembali dan dipasangkan kembali.”

Angel Tao menautkan tangannya dengan tangan Angel Yul perlahan. “Kita tidak perlu iri, noona. Seharusnya kita bersyukur. Mungkin saja jika kita terlahir kembali, justru kita tidak dipersatukan kembali. Lagipula aku lebih senang seperti ini. Naik pangkat menjadi Malaikat Jodoh dan disandingkan denganmu adalah suatu keajaiban tersendiri untuk ku.” Angel Tao mengecup kening Angel Yul dengan sangat lembut.

“Aku mengerti sekarang, mengapa aku disandingkan denganmu. Kau mungkin lebih muda, tapi kau jauh lebih dewasa dariku. Dan karenamu, aku menjadi malaikat yang lebih baik sekarang. Selama gelar Malaikat Laknat ku itu terlepas dan berubah menjadi Malaikat Jodoh, selama itu pula aku bersyukur. Bersyukur karena telah berhasil menjadi lebih baik, berkat bantuanmu.” Angel Yul tersenyum. Tidak biasanya ia mudah menuturkan kata-kata kindness seperti barusan.

“Oh ya, satu lagi noona!”

“Apa?”

“Satu hal ini patut kita syukuri. Yaitu dengan menjadi malaikat, kita tidak akan pernah tua. Kekeke..”

Mereka tertawa hingga menyadari bahwa Sooyoung dan Joonmyun sudah berbeda tempat. Dalam arti, Joonmyun sedang berdiri diatas mimbar untuk memberikan sambutan, sementara Sooyoung tengah terduduk menikmati acara pembukaannya.

Hingga ketenangan Sooyoung terganggu gara-gara ponselnya yang bergetar.

Oh! Rupanya itu panggilan dari adiknya, Choi Kyungsoo.

Yoboseyo. Ada apa Kyungsoo?”

Noona dimana? Bisa transfer uang ke rekening-ku sekarang juga kah?”

“Untuk apa?”

“Aku kepergok menghajar pria yang berusaha merebut wanita incaranku, noona. Dia sedang di Rumah Sakit sekarang. Aku disuruh ganti rugi deh..

“Lagi?”

“Ayolah noona, kumohon! Uang di rekening-ku kan sudah habis untuk membiayai korban-korban yang juga mengincar wanita incaranku, noona.”

Bip

Sooyoung memutuskan sambungan teleponnya dan segera mentransfer uangnya via ebanking menggunakan ponselnya.

Sooyoung sangat menyayangi adiknya. Ia akan membantunya sekalipun itu menyusahkan. Berbeda dengan ibunya yang justru akan memarahi habis-habisan Kyungsoo setelah tiba dirumah nanti. Lain lagi dengan ayahnya yang siap membuat surat perjanjian ‘Bukan Anakku lagi jika berlaku BRUTAL’. Maka dari itu hanya Sooyoung satu-satunya tumpuan Kyungsoo.

“Akankah keajaiban kembali berbicara pada Kyungsoo?” Tanya Angel Yul apatis terhadap Angel Tao.

“Entahlah, kita lihat saja nanti, My angel~”

Angel Yul tertawa sambil menyikut lengan Angel Tao. “Kau tidak berubah sejak 20 tahun lalu, Tao.”

Tao tersenyum sambil mengedip-ngedipkan sebelah matanya. Sama halnya dengan Joonmyun yang juga mengedipkan sebelah matanya pada Sooyoung setelah selesai menyampaikan sambutannya.

FLASHBACK ON

@Paradise (Before Re-incarnation)

“Kumohon jangan hilangkan ingatanku tentang gadis yang barusan.” Ucap Joonmyun memelas pada Angel Minseok.

“Atas dasar apa kau meminta hal itu padaku?”

“Kumohon~ Ingatkan aku tentang hal singkat dan sederhana itu.”

“Maaf, tapi aku tidak mengurus hal seperti itu tanpa seijin BigBoss. Jadi cepatlah kau masuk!”

KaTalk!

Kembali bunyi pesan Kakao Talk terdengar. Kali ini dari ponsel sang Malaikat Reinkarnasi.

“Baiklah, kau dapat mengingat gadis itu.” Ucap Angel Minseok.

“Ah jinja? Terimakasih.”

“Tapi..,”

“Apa?”

“Ingatan itu akan datang seiring berjalannya takdir. Dan kau tidak boleh memberitahu ini pada siapapun, termasuk wanita itu. Ini pesan langsung dari Big-Boss.

“Baiklah ini tidak masalah bagiku.”

“Joonmyun!” Suara Sooyoung terdengar begitu jelas di telinga Joonmyun. Lantas ia menoleh dan mendapati Sooyoung yang tengah tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Tak kuasa untuk berkata apa-apa lagi, Joonmyun hanya dapat mempersembahkan senyum terakhirnya pada Sooyoung di Surga itu. Lalu kembali ia melihat pintu yang sudah terbuka lebar menyambutnya. Dalam langkahnya ia bergumam “Kau akan selalu ku ingat. Jadi kumohon untuk sedikit saja mengingatku, my angel~”

Begitu ia mekangkah, dunia baru tengah menyambutnya.

FLASHBACK OFF

END

Ah ko’ makin kesini ff yang kubuat malah makin gaje ya? Wkwk tak apalah😀 stay cool aja, ya ga? B) *Alah! Apabangetdeh -_-”

Jujur yaa jujur~ Sejujurnya ga kepikiran nih bisa bikin sequel kaya gini. Lagian juga gaada yang minta sequel buat ff DA *poor. But, no problem lah~ 😀

Tadinya mau ngangkat 2Soo pairing, tapi apadaya otak sudah terpengaruh akan virus SooyoungSuho aw aw :3

Maap maap yaa kalo ada yang ga terima atas personality dyo di ff ini :3 gamaksud ko’, beneran /v-sign bareng dyo/ cuman ngebayangin dyo yang disikut+didorong lengannya lulu (read:luhan) waktu di Wolf Drama Vers, aku jadi kepikiran kalo nih orang (Dyo) aku bikin brutal deh sekalian -_-”

Ah, ditambah lagi TaoYul moment disini sengaja aku buat lucu ya biar kontroversial ngedampingin my favourite pairing /tunjuk Sooyoung-Suho/😀

Well, inti cerita sederhana, poster bahkan lebih sederhana. But, Komen dari reader sangat lebih dari sederhana *eeeaaak 😀

So, comment juseyo~

LOVE,
HIKA

10 thoughts on “101 [Sequel “Death Angels”]

  1. Eh ada pairing Sooyoung-Suho. Maaf ya obrak-abrik blog mu :3

    Ah yaa suka ngakak deh kalo nemu pairing Sooyoung-Suho. Rada gimana gimana gitu, terlebih waktu Suho ngomong itu mukanya rada aneh, oke itu cuman pendapat saya. Jangan dimasukin kehati #ApaBangetDah :3

    Dan lagi, ketika moment TaoYul aduh, kok kayaknya so sweet banget sih #GigitJari. Yang ku tau Tao itu mukanya rada yadong + nyebelin :3 . Jadi ya, gak kebayang aja

    BTW bikin ff Sooyoung-Sehun atau Sooyoung-Luhan dong, kangen berat nih sama ni kapel. Ah ya utang ff Sooyoung-V masih ya. Harus lunas loh! :3 #Plak

    1. silahkan di obrak abrik, #akurapopo xD
      ih suka gitu ah ‘-‘)/ biar kata suho aneh, tapi dia kindness maximal(?)😀
      ga kebayang? Tapi aku yakin, udah dibayangin tuh :p SooHun SooHan? Elisa eonni tuh jagonya! Tapi kalo SooV? Tunggu tanggal mainnya aja *smirkbarengV😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s