[FICLET] Death Angels

image

Death Angels

Presented by

Cho Hika

Main Cast : Choi Sooyoung, Kwon Yuri and Do Kyungsoo | Support Cast : Kim Joonmyun, Huang Zhi Tao and other…

Rating : T | Length : Oneshot | Genre : Fantasy and Comedy

Disclaimer :
PLOT and POSTER are MINE !

A/N : FF ini terinspirasi dari kisah kebesaran Tuhan. Tapi disini aku ga ngangkat genre supernatural ataupun spiritual karena sudah pasti akan lebih besar resiko dan tanggung jawabnya. Makanya aku bubuhin pake imajinasiku dan malah jadi kaya gini deh.

Terinspirasi juga dari drama 49 days yang mengisahkan malaikat modern(?). Jadi ceritanya disininih malaikatnya hidup dengan modern dan yang pasti kece kece kekeke~😀

Enjoy please ~ ^^

*

“Kau punya Tuhan?” — Mysterious Girl

“Ini sudah jadwalmu.” — Yuri

” Surga atau Neraka?” — Tao

“Kau hanya akan seperti bocah.” — Sooyoung

“Akankah kita bertemu lagi?” — Kyungsoo

*

Never know about the ending.” — Death Angels

* Death Angels*

KaTalk!

Begitulah bunyi pesan Kakao Talk yang berasal dari ponsel seorang Malaikat Berkat yang bernama Choi Sooyoung. Ia biasa dipanggil Angel Syoo oleh malaikat lainnya.

Angel Syoo baru saja menyelesaikan tugasnya, yaitu mencabut nyawa orang-orang yang baik.

“Pesan dari BigBoss? Tumben sekali!” Ucap Angel Syoo, sang malaikat berkat kala melihat notif dari ponselnya.

“Joonmyun-ssi, kau lewat lift saja ya? Sepertinya aku ada urusan.” Angel Syoo berbicara dengan ruh yang ada dihadapannya.

Ruh seorang pria berkulit putih susu yang disebutnya Joonmyun pun mengangguk lantas masuk kedalam lift cahaya yang baru saja disiapkan oleh Angel Syoo.

“Kim Joonmyun. Kau tampan tapi kasihan sekali kau meninggal di usia muda. Kalau aku menjadi kekasihmu, pasti aku akan menangisimu 7 hari 7 malam.” Angel Syoo menggeleng melihat lift cahaya dihadapannya menghilang perlahan membawa Kim Joonmyun ke surga.

“Padahal tadinya aku ingin mengajakmu ke surga dengan mobilku. Jadi aku bisa mengagumi ketampananmu yang melebihi langit itu. Kekeke …”

Tanpa disadari, Malaikat Penengah Huang Zhi Tao sudah berada di belakang Angel Syoo yang tengah terkekeh ringan.

Angel Syoo!”

Sontak Angel Syoo terkejut. Tapi untungnya ia diberi sikap tenang sehingga tidak sampai ia melompat.

“Aku tidak sedang berbeda paham kan, Angel Tao?”

“Dalam kasus ini, kau berbeda paham antara hati dan logikamu, Angel Syoo!”

Ya, sebenarnya Angel Syoo tahu. Tapi ia hanya tidak ingin terlihat bodoh karena hampir melanggar peraturan.

Dalam dunia malaikat, terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah tidakboleh berhubungan atau berinteraksi dengan ruh-ruh yang tidak sejenis dan sebangsa dengan mereka.

Lalu bagaimana dengan malaikat yang bertugas langsung dengan ruh-ruh tersebut? Seperti malaikat pencabut nyawa, malaikat penjaga pintu surga dan lain sebagainya?

Mereka hanya sekedar menyelesaikan tugasnya!

Kalau mencabut nyawa, yaa tinggal cabut saja~

Apabila mereka memanfaatkan kesempatan, maka mereka akan diberikan hukuman.

Sejauh ini, belum jelas tentang apa ‘hukuman‘ bagi malaikat pencabut nyawa yang menyelewengkan tugasnya.

Karena pada umumnya malaikat pencabut nyawa adalah malaikat-malaikat terpilih yang dipercaya tidak akan pernah menyeleweng.

“Aku mengerti, Angel Tao. Hatiku mungkin terpaut karena ketampanan pria tadi. Tidak lebih. Jadi jangan sampai kau mengadu dengan BigBoss, ya?”

Iris Angel Syoo seketika berubah menjadi warna biru muda yang menandakan bahwa besar kemungkinan ia jujur.

“Baiklah. Kalau begitu aku pergi dahulu.”

Wush

Angel Tao melompat dan seketika hilang menyisakan awan kasat.

Angel Syoo yang melihatnya pergi hanya bisa bernafas lega. Kemudian ia meniup mayat Joonmyun yang terkapar di ujung jalan akibat kecelakaan tunggal.

Setelah ditiupkan, mayat Joonmyun menjadi harum, bahkan sangat harum.

Ah! Dia hampir lupa membuka pesan Kakao Talk dari Bigboss.

Dengan tenangnya ia masuk kedalam mobilnya dan berniat untuk membuka pesannya dijalan.

Tanpa perlu dikendalikan, mobil itu berjalan dengan sendirinya dan kemudian terbang. Alat kendali utamanya adalah feeling. Sementara bahan bakarnya adalah uap air dari langit yang biasa kita sebut awan.

Canggih bukan?

.

Didekat perbatasan Kota Changdeokgung dengan Kota Yongin, terdapat dua sosok makhluk yang dapat dilihat dari kejauhan oleh Angel Syoo.

Perlahan mobilnya mendarat tepat di tempat dua makhluk itu berada.

Lantas dua pasang mata tersebut menoleh melihat Angel Syoo yang dengan cool-nya turun dari mobil jenis lamborgini miliknya.

Ia menggunakan dress sebawah lutut dengan lengan pendek. Rambut panjangnya yang bergelombang terurai dengan cantik. Bibir tipisnya yang berwarna pink terlihat menyala dengan terang. Ditambah lagi flatshoes dengan hiasan kupu-kupu, membuatnya terlihat chic!

Dua pasang mata itu lantas masih betah menautkan pandangannya untuk tidak lepas dari Angel Syoo.

Pemilik dua pasang mata tersebut adalah Angel Yul dan Do Kyungsoo.

Angel Yul adalah makhluk jenis malaikat. Nama aslinya adalah Kwon Yuri. Ia ditugaskan untuk mencabut nyawa orang-orang yang berperilaku buruk.

Jika Angel Syoo adalah Malaikat Berkat, maka Angel Yul adalah Malaikat Laknat.

Angel Yul akan mengirim orang-orang tidak terpuji kedalam neraka. Tapi tugas Angel Yul disini hanya sekedar mencabut nyawa dan mengirim ruh kedalam neraka. Bukan berarti Angel Yul pernah ke neraka. Karena terdapat batasan antara malaikat yang dominan tinggal dilangit, dengan iblis serta setan yang dominan tinggal dibawah gunung berapi dengan panas yang amat sangat tentunya.

Sementara Do Kyungsoo? Ia hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak dosa yang sedang dalam perjalanan mensucikan diri.

“Do Kyungsoo?” Buka Angel Syoo sambil mengulurkan tangannya kepada Kyungsoo.

“Kau siapa?” Kyungsoo menatap tajam iris mata Angel Syoo yang berwarna hitam. Pancarannya sangat tulus.

“YA! KYUNGSOO-SSI, INGAT PERJANJIANNYA, BUKAAN?!!” Angel Yul berteriak keras bukan main.

Kyungsoo sebagai lawan bicaranya hanya terpaku melihat Angel Yul membentaknya.

Angel Yul, kau melakukan perjanjian dengan manusia?” Tanya Angel Syoo.

Angel Yul hanya mem-pout bibirnya serta melipat tangannya didepan dadanya.

“Apa kau kemari untuk mencabut nyawaku juga heoh?! Kau ingin mengaku sebagai malaikat juga?!” Tanya Kyungsoo kasar.

Flashback ON

Seorang pria yang dengan langkah mantapnya menelusuri jalan setapak di perbatasan dua kota. Tempatnya sangat sepi sehingga hanya suara langkah dan nafasnya lah yang terdengar.

Namanya Do Kyungsoo.

Dia sedang dalam perjalanan menuju Kota Yongin, yaitu Kota dimana warganya adalah orang-orang yang sedang bertaubat.

Begitupula maksud dan tujuan seorang Do Kyungsoo kesana. Dia ingin bertaubat setelah merasa bersalah atas segala perilakunya belakangan.

Ia adalah seorang preman. Hidupnya sendirian dan pekerjaan utamanya adalah membunuh.

Kalian tahu orang-orang suruhan, kan? Begitulah Do Kyungsoo.

Hidupnya yang berantakan diawali dari lingkungan sosialisasi primer-nya yang tidak lain adalah keluarga.

Ibu dan ayahnya bercerai setelah bertengkar hebat. Sehingga Kyungsoo yang melihat sama kuatnya ego dari orangtuanya tersebut memilih untuk pergi tanpa ikut ayah ataupun ibunya.

Dan beginilah sekarang…

Penyesalan akan selalu datang terlambat!

Dia baru menyesal setelah seseorang bertanya tentang keyakinannya.

“Kau punya Tuhan?”

Kyungsoo sangat mengingat suara itu.

Padahal suara tersebut berasal dari jenis wanita yang sama sekali tidak dikenalinya.

“Kau punya Tuhan?”

Begitu suaranya terus mengaung-ngaung ditelinganya.

Padahal gadis itu baru saja selesai diperkosanya.

“Kau Punya Tuhan?”

Kyungsoo bahkan ingat bahwa gadis itu bertanya sampai tiga kali.

Seharusnya gadis itu masih bisa berbicara lagi, tapi belati Kyungsoo sudah tergores jelas dileher gadis tersebut.

Miris?

Ya! Begitulah Do Kyungsoo!

Dibalik wajah polosnya, dia mungkin bisa dibilang Psikopat.

Tapi kini ia sadar…

Ibunya pernah menyuruhnya untuk berdoa pada Tuhan.

Dan itu artinya, Do Kyungsoo memiliki Tuhan!

Ah! Kebetulan ia pernah mendengar bahwa ada Kota yang isinya adalah orang-orang yang sedang bertaubat. Itu dia yang namanya Kota Yongin, yang terletak di Pulau Nami.

Brrmm… Brrmm…

Deru suara motor besar terdengar tepat disebelah kiri Kyungsoo.

Lantas Kyungsoo menoleh dan mendapati gadis dengan rambut hitam ikal, kacamata hitam, dress putih selutut serta sneakers hitam.

“Do Kyungsoo, ayo ikut aku!” Perintah gadis itu.

“Aku harus ke Kota Yongin.” Jawab Kyungsoo dingin.

“Tapi ini sudah jadwalmu. Ayo cepatlah! Sebelum Angel Syoo datang.”

“Kau ini bicara apa? Memangnya kau siapa?”

“Kau ini banyak bicara ya? Aku ini malaikat!”

Kyungsoo melempar pandangannya dan seakan meludah.

“Kurasa tidak ada malaikat yang mengakui bahwa dirinya adalah seorang malaikat.”

Tatapan tajam khas Kyungsoo seakan menyetrum mata Angel Yul. Dapat dipastikan bahwa pria ini memang pria jahat. Sejahat tatapannya yang dengan hebatnya dapat menyetrum mata seorang malaikat laknat.

“Ck, aku ini malaikat pencabut nyawa,” Angel Yul turun dari motor besarnya dan berjalan mendekati Kyungsoo. “Karena aku akan mencabut nyawamu, maka tak apa kan jika kau tahu terlebih dahulu?” Begitu Angel Yul membusungkan dadanya dan juga meninggikan wajahnya.

Bukannya takut, mundur atau menghindar, Kyungsoo justru kokoh berdiri ditempatnya.

“Dasar mesum!” Ucap Angel Yul sambil menjauhkan posisinya.

“Cih! Jadi seperti inikah rupa seorang malaikat pencabut nyawa? Kau jangan coba-coba mempermainkanku ya?!” Mata Kyungsoo membulat tanda mengancam.

“Mari kita buat perjanjian!” Seru Angel Yul mantap.

“Hah?!” Kyungsoo mengusap hidungnya tanda pertimbangan.

“Jika ada seseorang yang datang kemari dan mengaku sebagai malaikat, kau harus ikut aku.”

“Jika tidak ada seseorang yang datang kemari dan mengaku sebagai malaikat?”

Angel Yul berpikir sejenak. Ia berusaha mencerna perkataan seorang Do Kyungsoo.

“Emh… Ya kau harus tetap ikut aku!”

Tawa pecah dari mulut Kyungsoo. “Perjanjian sepihak yang cukup aneh!” cibirnya.

Angel Yul menggaruk tengkuknya. Jujur, ia sendiri bingung. Karena dipikirannya sekarang ini hanyalah bagaimana caranya membawa Kyungsoo ke neraka.

Flashback OFF

“Memangnya kenapa kalau aku membuat perjanjian dengannya, eoh?!” Angel Yul menantang.

“Tidak~ Hanya saja, berikan Kyungsoo padaku!”

“Apa?! Seenak itukah kau merebut Kyungsoo dariku?”

Seharusnya Angel Tao ada disini sekarang. Karena sedang terjadi perbedaan paham disini. Tapi sepertinya Angel Tao akan sedikit terlambat.

“Wahai para angel~ Kumohon untuk tidak memperebutkanku ya? Aku ini sedang dalam perjalanan bertaubat. Jadi jangan coba-coba menggodaku. Yaa, walaupun kalian sampai harus mengaku sebagai malaikat.”

Dengan santainya Kyungsoo melerai kedua Angel yang sedang memperebutkannya. Dalam arti memperebutkan untuk dibawa ke neraka atau surga. But, Kyungsoo’s don’t know about it.

“Kau,” Kyungsoo menunjuk Angel Yul dengan jari telunjuknya. “Memangnya ada malaikat yang menggunakan motor besar seperti itu? Kau ini malaikat atau pembalap? Ah~ Jangan-jangan kau yang ada di Music Video SNSD yang berjudul bad girl itu ya? Motor kalian sama dan wajah kalian juga mirip. Kekeke…” Kyungsoo berhasil terkekeh lepas tanpa tahu ekspresi Angel Yul yang nampak malas.

“Dan kau,” Kyungsoo bergantian menjuk Angel Syoo, dan kali ini ia menunjuk dengan anggukan dagunya. “Aku kira mobil jenis lamborgini hanya digunakan oleh polisi Italia. Ternyata kau juga menggunakannya, ya? Keren sekali!” Kyungsoo menepuk tangannya sambil tertawa puas.

“Mengapa kau meremehkanku? Mobil ini adalah bonus dari BigBoss untukku karena aku telah berhasil mencabut 100 nyawa dalam waktu 100 menit.” Jelas Angel Syoo lantang. Berbeda sekali dengan Angel Yul yang benar nampak malas kala itu.

“Oh, i see! Kalau begitu aku pergi dahulu ya~” Kyungsoo hampir melangkahkan kakinya namun sayangnya tidak bisa. Kedua kakinya terjerat oleh sulur kuat yang tiba-tiba muncul dari bumi dan menahan kakinya.

“Siapa yang mengijinkanmu pergi, Tuan Do Kyungsoo?”

Suara berat yang mengejutkan Angel Yul, Angel Syoo dan Kyungsoo sendiri itu kini berdiri tegak dihadapan mereka bertiga.

“Lemme introduce my self. My name’s Huang Zhi Tao. Just call me Angel Tao!”

Huft!

Hembusan nafas malas dari kedua orang malaikat lainnya disana terdengar sangat jelas. Mereka – Angel Yul dan Angel Syoo – benar-benar malas akan kehadiran Angel Tao yang artinya dapat memberikan nilai minus di rapot malaikat mereka.

“Kau! Malaikat jugakah?” Suara parau Kyungsoo terdengar begitu jelas.

Mengapa ia bisa terlihat takut seperti itu? Suaranya yang awalnya sudah serak, kini ditambah parau. Gurat pada wajahnya seakan jelas melukiskan kata ‘takut’. Mungkinkah Kyungsoo baru menyadari bahwa makhluk-makhluk disekelilingnya sekarang ini adalah malaikat sungguhan?

BigBoss yang mengutusku untuk langsung datang kemari,” Angel Tao menyipitkan sebelah matanya sambil melirik Kyungsoo. “Dan sebaiknya kita bertanya dahulu.”

Angel Yul dan Angel Syoo hanya menatap heran Angel Tao. Sementara Angel Tao dengan langkah perlahan menghampiri Kyungsoo yang ketakutan.

“Kau ingin kemana? Neraka atau Surga?!” Tanya Angel Tao kasar.

Kyungsoo bingung. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Lebih tepatnya, ia tidak mengerti akan hari yang aneh ini.

“CEPAT JAWAB!” Nada bicara Angel Tao meninggi. Sejujurnya, ia bosan harus menunggu logika seorang manusia yang berpikir dengan sangat lama.

“Surga!” Jawab Kyungsoo sekenanya.

Angel Yul yang merasa bahwa dirinya kalah, merasa keberatan. “Angel Tao! Tidak seharusnya kau memberikan penawaran seperti itu, kan? Orang jahat harus masuk Neraka!”

Lantas Angel Syoo ikut protes. “Maaf, Angel Yul. Ada yang perlu dikoreksi disini. Aku yakin kau belum membaca pesan dari BigBoss secara menyeluruh, kan? Kita harus bijaksana!”

Hening.

Seketika tidak ada yang berbicara.

Hanya diam.

Hingga Kyungsoo membuka suara.

Suara yang benar parau.

“Maaf. Sebelumnya mohon maafkan aku. Sejujurnya aku masih belum bisa percaya akan apa yang kulihat dan kudengar sekarang ini. Tapi,..”

Kyungsoo menunduk.

Menunduk cukup dalam.

“Kalau aku ditanya soal surga atau neraka, aku akan sulit menjawab. Pilihan surga mungkin terlalu bersih untuk diriku yang kotor. Dan mungkin sudah seharusnya aku ditempatkan di neraka.”

“Cukup, Do Kyungsoo! Kau tidak perlu takut ataupun merasa bersalah seperti itu. Lagipula sekarang kau sedang dalam perjalanan membersihkan diri, kan? Maka disinilah Angel Tao akan membantu memutuskan keputusan fin-nya.” Ujar Angel Syoo lembut yang hanya dibalas tatapan malas oleh Angel Yul.

Tak berapa lama, Angel Tao tersenyum. Seakan ada lampu diatas kepalanya. “I know!” ucapnya.

.

“Bagaimana?” Tanya Angel Tao sambil melepas sulur yang menyangkut di kaki Kyungsoo.

“Aku 2 kilometer.” Ucap Angel Yul.

“Pas?” Tanya Angel Syoo dengan tatapan cemas.

“Ya, pas 2 kilometer. Kau?”

“Puji Tuhan!” Angel Syoo tersenyum sumringah.

Seakan tahu tentang apa yang terjadi, Angel Tao pun ikut tersenyum. Begitu pula Kyungsoo. Ia merasa bahwa ‘mungkin’ ada pertanda baik.

“2 kilometer, lebih 1 inci.”

“Apa?!” Angel Yul menekuk wajahnya. Dan Angel Tao beserta Kyungsoo tersenyum bahagia. Bahkan Kyungsoo langsung bersujud ditempat itu juga.

“Terimakasih Tuhan. Terimakasih karena engkau masih menyayangiku sementara aku hampir melupakanmu. Terimakasih Tuhan-ku.” Kyungsoo menangis. Disinilah ia mulai meyakini tentang ‘keajaiban’.

Masih merasa tidak mengerti?

Kyungsoo yang kenyataannya berjiwa kotor dan berniat untuk mensucikannya, membuat malaikat merasa dilema. Hingga keputusan akhirnya, Angel Tao memerintahkan Angel Yul dan Angel Syoo untuk mengukur jarak dari tempat Kyungsoo berdiri sekarang sampai tempat tujuan – untuk Angel Syoo – dan tempat awal – untuk Angel Yul –

See? Keajaiban berbicara sekarang,” Ujar Angel Tao yang disambut sumringah oleh Kyungsoo. “Cepat bawa dia pergi dari sini, Angel Syoo.” Perintah Angel Tao.

Sesekali Angel Tao melirik Angel Yul yang nampak tidak menerima kekalahannya. Sementara Angel Syoo mendekat ke arah Kyungsoo. Harum tubuh Angel Syoo menyeruak hingga menusuk indra penciuman Kyungsoo. Harumnya berbeda sekali dengan parfum-parfum yang ada di bumi. ‘Oh! Jadi inikah yang dinamakan sepercik harum surga?’ batin Kyungsoo.

“Kemari.” Seru Angel Syoo seraya mengulurkan tangannya seakan siap bahwa Kyungsoo akan benar-benar dibawanya ke Surga.

Pemandangan ini hanya ditatap malas seorang Angel Yul. Dan Angel Tao? Dalam hati ia tertawa geli melihat ekspresi malas Angel Yul yang justru nampak cute dimatanya.

Dengan mata yang berbinar dan tatapan yang masih penuh dengan kebingungan, Kyungsoo menggerakkan tangannya untuk menerima uluran tangan Angel Syoo.

“Tunggu.” Ucap Kyungsoo datar dan menahan gerakan tangnnya.

“Ada apa?” Tanya Angel Syoo.

“Akankah aku mengingat kejadian hari ini?”

Ketiga Angel disana terkekeh ringan. “Apa kau ingin mengingat kami?” kata Angel Yul. “Kalau kau mengingat kami, kau pasti akan merindukan kami,” lanjut Angel Tao.

“Jawaban untuk pertanyaanmu adalah tidak, Kyungsoo-ssi. Saat jasad dan ruh-mu terpisah, kau akan memulai hidup baru di surga. Juga saat kau menerima uluran tanganku ini kau akan kembali seperti kertas putih. Kau tidak akan tahu apa-apa. Kau bahkan tidak tahu bahwa kau pergi bersamaku berarti kau sudah meninggal didunia dan akan pergi ke surga. Kau hanya akan seperti bocah yang tidak tahu sekitar.” Jelas Angel Syoo lembut.

“Begitukah?”

“Ya.”

“Baiklah.”

Kyungsoo kembali menggerakan tangannya untuk menerima uluran tangan Angel Syoo yang nampak bercahaya. Dan kembali Kyungsoo menghentikan gerak pada tangannya.

“Apa lagi?” Tanya Angel Syoo.

Kyungsoo menatap manik mata Angel Syoo. “Aku harap kita semua dapat bertemu lagi.” Ia melempar pandangannya ke arah Angel Tao, Angel Yul dan Angel Syoo bergantian. Dan…
Kyungsoo berhasil menerima uluran tangan Angel Syoo dengan cepat.

Saat itu juga raga dan ruh nya terpisah.

Raganya jatuh terhempas ke tanah, sementara ruh nya masih kokoh menggenggam tangan Angel Syoo erat dengan tatapan kosong. Ia terlihat seperti kertas putih sekarang.

Angel Syoo menuntun langkah Kyungsoo hingga genggaman mereka terlepas saat Kyungsoo telah terduduk dikursi mobilnya.

Sekilas Angel Syoo melirik Angel Tao dan Angel Yul yang tengah tersenyum. Mereka sama-sama tersenyum, tapi dalam arti yang berbeda.

Karena Angel Tao tersenyum tulus dan Angel Yul tersenyum getir.

Kembali Angel Syoo memandang Kyungsoo yang terduduk tenang di kursi mobilnya dengan tatapan tenang, kosong dan lurus ke depan.

Tanpa sadar, Angel Syoo tersenyum. Dalam hati ia berkata ‘Kau benar-benar harus berterimakasih pada Tuhan, Kyungsoossi. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana. Ingat ataupun tidak kau pada Tuhan-mu, Dia tetap bijaksana bukan?’

Tiba-tiba Angel Syoo mengingat akan pesan Kakao Talk dari BigBoss yang berpesan untuk tetap bijaksana dalam memutuskan kasus ini.

Kasus dimana seorang yang penuh dosa justru harus dicabut nyawanya kala ia hendak bertaubat.

Angel Syoo memandang jasad Kyungsoo yang sudah tak bernyawa lagi. Perlahan ia mendekatinya dan persis seperti apa yang ia lakukan pada jasad Joonmyun.

Ia meniup jasad didepannya hingga muncul harum dari tubuh jasad tersebut. “Puji Tuhan.” Seru Angel Syoo.

.

“Ah! Aku rasa kita baru saja menonton sebuah melodrama ya?” Seru Angel Yul pada Angel Tao.

“Apa? Kita?” Tanya Angel Tao tak percaya. Karena yang ia tahu, Angel Yul selalu bersikap acuh padanya.

“Aku kira aku tidak akan pulang sendirian sekarang.” Seru Angel Yul menggoda setelah melihat tatapan heran Angel Tao. “Mau pulang bersamaku tidak?” Tantangnya sambil melempar kunci motornya pada Angel Tao.

Untunglah kunci itu berhasil ditangkap Angel Tao. Sontak ia tersenyum mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Angel Yul. “Aku terima tawaranmu, My Angel!” Seru Angel Tao seraya menghampiri Angel Yul yang tengah bersandar dimotornya.

Angel Yul tersenyum sambil mengangkat sebelah alisnya. “Namaku Angel Yul, Tao!”

“Panggil aku Angel Tao!” Seru Angel Tao dengan nada yang sedikit meninggi. Lebih tepatnya dengan nada manja.

Angel Yul hanya terkekeh ringan. “Kudengar kau lebih muda dariku, Tao. Jadi panggil aku noona. Hahaha…”

“Yak! Noona! Dari mana kau tahu?!” *blushing

END

Alhamdulillah akhirnya bisa di post juga🙂 Tadinya sih mau aku post kemarin, eh tapi ternyata kuota sudah habis. Kekeke…😀

Yang sudah baca, komen juseyo ~ ^^

* Thanks To *

– GOD
– Rasul
– My Mom
– My Family
– Ust. *secret*

(They are my inspirations)

– Sooyoung eonni
– Kyungsoo oppa
– Yuri eonni
– Tao oppa
– Joonmyun oppa

(As Casts)

– Changdeokgung
– Yongin
– Nami

(As Place)

– You

(As Reader)

*

With love,
Hika

14 thoughts on “[FICLET] Death Angels

  1. agak ngakak jugaa sih malaikat punya mobil, hape, motor. Tapi namanya juga fic xD
    itu terakhirnya tao suka sama yuri ya?

  2. Wah wah.. Ada ya malaikat nanya2 dulu mau masuk surga atau neraka. Haha
    daebak saeng (y)
    ga bisa byngin kyungsoo jadi preman.
    Muka’a imut gitu. Wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s