[FICLET] Perfect’s Acme

Image

Perfect’s Acme

Presented by

Cho Hika

Poster by : COLDSICA

Main Cast : Kim Joonmyun and Choi Sooyoung || Support Cast : Oh Sehun and Cho Hika

Genre : Romance, Funny and School Life || Rating : PG-15 || Length : Oneshot

A/N : Sorry for bad fic. But this is my hardwork. So, appreciate it! ^^

Disclaimer :

Casts belong to GOD, but the plot is purely MINE!

Enjoy the story~

*** Perfect’s Acme ***

“Terkadang kedatangan seseorang yang tiba-tiba dapat menimbulkan tanda tanya. Dan terkadang pula, tanda tanya itu tak dapat terjawab. Tapi tak jarang pula diantara mereka yang mendapatkan jawabannya.”

(Perfect’s Acme)

Joonmyun’s POV

Bodohnya aku sampai aku lupa bahwa siang ini aku ada janji dengan Sooyoung. Sooyoung adalah gadis yang telah menemani hariku selama 2 tahun belakangan ini. Awal perjumpaan kami sangat singkat namun bermakna dan terkesan lucu.

Flash Back ON

Malam ini hujan. Hanya aku dan hujan.

Aku hendak pulang seusai latihan basket bersama teman-teman sekolahku. Tapi sayangnya hujan menghadangku pulang dan memaksaku untuk mencari tempat berteduh. Karena ini adalah jalanan, maka hanya halte bus yang tersisa untuk kusinggahi.

Lagipula jalan ini memang selalu sepi, makanya aku sendirian. Hingga tidak lama kemudian, datang sebuah bus yang menurunkan seorang penumpang wanita. Ia terlihat biasa, namun menarik!

Perlahan ia turun dari bus sambil membuka payung lipatnya. Ya, berhubung malam ini hujan berangin, payung tersebut terbang tersapu angin.

“PAYUNGKUUUUUUUUUU~~~”

Teriakannya membuat gendang telingaku hampir pecah.

Hap!

Ia melompat dari bus dan langsung berlari mengejar payungnya.

Berhubung ini malam, hujan, berangin, sepi, dia wanita dan aku lelaki. Maka naluri lelakiku memerintahku untuk membantunya mengejarnya. Mengejar dirinya, mengejar payungnya, dan juga mengejar cintanya (kalau dapat)! Ck.

“Nona, tenanglah! Aku akan membantumu.”

Aku mempercepat langkah lariku. Aku menyadari betapa beruntungnya aku ditempatkan pada kondisi seperti ini. Maksudku… Oh My! Ayolah~

Gadis itu memiliki kaki yang panjang dan juga cantik. Tapi ia tidak berlari dengan baik. Aku bahkan mampu mendahuluinya. Seharusnya dia berhenti mengejar payungnya. Maksudku, kan sudah ada aku!

Baiklah! Sepertinya pikiranku mulai melantur kemana-mana. Tetapi entah mengapa muncul hasrat yang aneh. Aneh dalam arti melihat kenyataan bahwa aku rela hujan-hujanan hanya untuk payung milik gadis asing! Apa aku terlalu baik atau … ?

Hah! Jangan berpikir terlalu jauh Joonmyun-ah~

Ia kini sedang berlari dibelakangku, aku telah mendahuluinya sedari tadi. Aku sedikit terkekeh, tapi aku kembali fokus pada payung wanita tersebut.

Angin kini berpihak padaku. Tiba-tiba saja angin ini mereda saat payung tersebut hamper kudapatkan, hingga aku benar-benar mendapatkannya.

Yes! Ini artinya aku berhasil mengejar payungnya. Maka selanjutnya aku yakin dapat berhasil pula dalam mengejar cintaku yang tak lain adalah wanita itu. Ck, lagi-lagi aku terkekeh sendirian.

Kembali kutengok wanita berkaki panjang tersebut. Pinggangnya membentuk sudut yang hamper 90° ke depan. Kemudian ia menunpukan tubuh bagian atas melalui tangannya dilutut. Kulihat nafasnya terengah-engah.

‘Astaga! Sepertinya ia kelelahan.’ Segera aku menghampirinya untuk memberikan payungnya.

“Nona, ini payungmu. Masih mulus, tidak lecet sama sekali. Jadi aku dibayar berapa untuk ini?” Aku sedikit menyelipkan canda agar ia lupa akan lelahnya.

Perlahan ia mengangkat kepalanya, kemudian tubuhnya. “Terimakasih.” Ia mengambil payungnya dari genggamanku, lalu tersenyum padaku. Meskipun basah karena hujan, tapi aku dapat melihat jelas senyum simpul terindah hasil ciptaan Tuhan tersebut. Senyumnya itu bahkan membuat tubuhku hangat seketika ditengah hujan malam seperti ini.

“Baiklah. Akan kubayar kau dengan GRATIS satu payung denganku.” tambahnya.

Apa katanya barusan? Tak apa jika aku satu payung dengannya? Astaga~ Aku rasa dewi fortuna sedang berpihak padaku sekarang.

“Ne, biar aku yang pegang.” Aku mengambil (kembali) payungnya.

“Bagaimana kalau kita kembali ke halte?”

“Baiklah.”

Perjalanan kami menuju halte hanya ditemani oleh suara hujan. Tidak ada yang berani membuka pembicaraan diantara kami selain hujan kini. Hingga saat sampai dihalte, aku memberanikan diri untuk membuka suara.

“Nona, boleh kutahu namamu?”

“Choi Sooyoung. Panggil saja Sooyoung.”

“Lalu dimana rumahmu?”

“Molla.”

“Mwo?!”

“Aku tidak tahu letak rumahku.”

“Bagaimana bisa?”

“Aku pendatang di Seoul, aku baru pindah kemarin dari Busan.”

“Ya setidaknya kau bisa menyuruh keluargamu untuk menjemputmu bukan?”

“Aku pindah kemari karena Ayah dan Ibuku ditugaskan disini. Saat kami sampai, mereka langsung sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.”

“Kalau begitu alamat! Aku bisa membantumu mencari alamat rumahmu. Asalkan bukan alamat palsu ya?” Aku terkekeh yang kemudian diikuti olehnya.

Tunggu! Ia terkekeh sambil menyentuh-nyentuh layar touch screen androidnya. Apa yang dia lakukan ya? Apa dia sedang update status supaya tidak dibilang kudet?

“Ini!” Tiba-tiba saja ia memberikan androidnya padaku. Aku lihat ini hanyalah catatan kecil berjudul ‘Alamat Rumahku’.

“Sooyoung-ssi, aku kira tadi kau sedang meng-update status.”

Ia tertawa. Entah mentertawaiku atau mentertawai leluconku aku tidak tahu. Tapi yang jelas, aku senang melihatnya tertawa. Sangat cantik saat ia memamerkan deretan giginya yang rapi. Ah! Dan juga bubble yang terbentuk dipipinya semakin membuatnya cantik saja.

Baiklah. Kembali pada screen androidnya. Betapa terkejutnya aku saat mengetahui alamat rumahnya adalah tepat disamping rumahku.

“OMO! Jadi kau tetangga baru itu?!”

“Mworago? Naega?”

“Ya! Kau adalah tetanggaku.”

Perlahan senyum mengembang dari bibirnya.

“Siapa namamu?”

“Kim Joonmyun.”

“Oh, ne. Terimakasih Kim Joonmyun-ssi.”

“Ah~ Tidak-tidak! Panggil saja Joonmyun.”

“Ne. Terimakasih Joonmyun.”

“Aigo~ Tidak perlu berterimakasih.”

“Bagaimana mungkin? Kau sudah membantuku dua kali. Yang pertama, kau selamatkan payungku. Dan yang kedua, kau menyelamatkan nyawaku. Apa kau tahu? Aku bingung dan hampir putus asa mencari rumahku. Aku ingin bertanya, tapi aku malu. Makanya aku hanya mondar-mandir menaiki bus. Untung saja aku bertemu denganmu, Joonmyun-ah. Tentu saja aku harus berterimakasih kepadamu.” Tidak kusangka ternyata gadis ini cukup cerewet juga. Ah tapi kata cerewet terlalu kasar untuknya. Oh, nan ara! Dia adalah gadis yang easy-going. Dia juga ramah. Sudah berkali-kali ia menebar senyum tulusnya untukku.

“Eh~ Baiklah, terserah kau saja.”

OMO!~ Semakin dekat dengannya, semakin membuatku hangat. Dan sepertinya sekarang ini pipiku sudah berwarna merah busuk. Ck,

“Besok aku akan mulai kuliah di Universitas Dashin, jurusan Performing Art Kalau kau dimana?”

“Jinja? Aku juga kuliah disana! Jurusan Performing Art! Aku dikelas PA-1 Semester 2.”

“Ah jinja?! Kudengar aku juga mendapatkan kelas PA-1. Dan kau tahu? Aku juga semester 2. Jadi kita akan sekelas.”

Astaga~ Benarkah ini yang dinamakan jodoh?

Flash Back OFF

“JOONMYUN-AH~”

Suara itu datang lagi hingga membuyarkan lamunanku.

“Ya! Sudah kubilang untuk bertemu ditaman belakang kantin kan? Lalu kenapa kau masih disini? Kau kira hanya karena kita sudah tidak sekelas lagi kau bisa dengan mudahnya menghindar dariku, eoh?!”

Astaga Sooyoung-ah~ Tidak sadar kah kau bahwa aku sedang bernostalgia tentang awal perjumpaan kita? Dan barusan kau bilang apa?! Menghindar darimu! Apa aku sanggup? Tentu saja tidak!

Seandainya saja kau tahu semua ini~ Sayang sekali aku hanyalah lelaki pengecut yang bisanya hanya ‘memendam perasaan’.

“Kumohon berhenti bicara! Suaramu itu membuat kepalaku pusing.”

Maafkan aku Sooyoung-ah~ Aku berkata demikian karena aku sudah kehabisan kata-kata untuk memuji betapa merdunya suaramu. Suara khas yang selalu menemaniku itu sungguh takkan pernah kulupakan!

“Terserah! Hmm.. Berhubung kelas ini sudah sepi, jadi kutunjukkan disini saja ya?”

“Memangnya kau ingin menunjukkan apa?”

“Ini! Lihat ini!”

Ia menunjukkan kamera SLR-nya padaku. Yang dapat kulihat hanyalah ‘Sehun’ yang berhadapan dengan seorang wanita ditempat yang dipenuhi oleh bunga.

“Apa maksudnya?”

Aku mengerutkan dahi untuk meyakinkan betapa tidak mengertinya diriku ini.

“Kau ini bodoh ya?! Gambar ini kan sudah jelas!”

“Gambarnya memang sudah jelas. Tapi maksud dari gambarnyalah yang tidak jelas.”

“Dasar PABO! Sini biar ku jelaskan!”

Seketika ia merampas kamera SLR-nya yang sedang kugenggam dan kemudian duduk disampingku.

“Ini! Lihat ini! Tadi pagi aku melihat Sehun sedang berbincang dengan seorang penjaga took bunga depan Universitas. Karena kebetulan aku lewat, jadi sekalian saja aku nguping. Meskipun tidak terlalu jelas, tapi telingaku ini menangkap kata ‘mawar merah’ dari mulutnya Sehun.”

“Lalu?”

“Lalu aku yakin dan berharap sepenuhnya bahwa dihari ulang tahunku besok Sehun akan memberiku mawar merah dan juga menembakku.”

“Baiklah kalau begitu. Karena kau sudah selesai bicara, aku pamit sekarang. Aku rasa teman-teman basketku sudah menungguku di basecamp.”

Langsung saja aku meninggalkan wanita itu sendirian dikelasku. Tidak perlu kujelaskan juga kurasa kalian akan tahu mengapa aku begini!

Tentang Sehun! Dia adalah pria yang disukai Sooyoung. Dia adalah teman sekelasnya Sooyoung. Entah karena apa Sooyoung menyukai Sehun, padahal aku sangat membenci Sehun. Ia terkenal sebagai playboy kelas kakap disekolah ini. Aku selalu berusaha mengingatkan hal tersebut kepada Sooyoung. Tapi dengan naif-nya ia selalu berkata bahwa jika ia bersama Sehun nanti, ia akan bisa mengubah sikap Sehun. Padahal sudah jelas bahwa itu MUSTAHIL!

Besarnya kemauan Sooyoung, membuat kekesalanku pada Sehun harus terhapus ‘sementara’. Sebagai pria yang mencintainya, aku ingin melihatnya bahagia.

Meskipun harus dihantui rasa kesal, aku terkadang membantunya untuk lebih dekat dengan Sehun. Meskipun selalu menghasilkan ‘nihil’, tapi semangat-45 nya tidak pernah luntur. Oh ya, Sooyoung juga selalu membawa kamera SLR-nya ke universitas karena ia reporter mading. Meskipun tugas utamanya adalah ‘hunting’ foto berita sekolah, ia justru lebih mementingkan ‘hunting’ foto Sehun. Ugh! Nama itu lagi! Sangat menyebalkan!

Aku selalu menghindar dari nama itu. Contohnya tadi! Setelah aku mendengar pernyataan Sooyoung, dengan cepat aku berlalu dengan beribu alasan. Aku sengaja menghindar karena aku tidak berani lagi memberi komentar tentang Sehun yang hampir semuanya buruk. Karena aku tahu, hal itu hanya akan membuat Sooyoung semakin penasaran dan terus ingin mendapatkan Sehun.

Keesokan harinya…

“Happy Birthday!”

Aku menyambutnya dengan senyum sumringah.

“Joonmyun-ah, kau….ah kau….”

“Ayo cepat tiup lilinnya! Jangan lupa permintaanmu ya~”

Aku sengaja membuat semua kejutan ini untuknya. Sejak bel pulang sekolah tadi, aku bergegas ke ruang loker untuk mempersiapkan semua ini. Cake beserta lilinnya, tepat pada waktunya!

Ia terlihat khusyuk dalam memohon permintaannya. Ya Tuhan~ Aku harap terselip namaku didalam doanya itu.

Huft!

“Yeeeee!”

Ia bersorak layaknya anak kecil.

“Boleh aku tahu permintaanmu?”

“Aku berharap Sehun benar-benar memberiku mawar merah, dan kemudian menembakku.”

DEG!

Sakitnya tidak pernah kurasa sebelumnya. Aku yang telah merencanakan surprise untuknya! Tapi mengapa harus nama itu yang ada dalam harapnya? Aku mati rasa.

Perlahan ia membuka lokernya dan mendapati setangkai mawar merah didalamnya. Kemudian ia mengambilnya dan menunjukkannya padaku.

“Lihat bukan? Tuhan mendengarku! Jadi sekarang aku akan menemui Sehun.”

Ia berlalu seperti angin. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Akankah aku rapuh? Tentu saja tidak!

Untuknya! Untuk Sooyoung! Akan kupelajari apa itu ‘tegar’ agar aku sanggup melanjutkan hidupku dengan tegar. Meskipun aku lelaki!

Joonmyun’s POV End

Sooyoung’s POV

Dimana Sehun? Aku sudah menelusuri seisi sekolah ini. Tapi aku sama sekali tidak mendapati sosoknya.

Aha! Mungkinkah ia sedang menyiapkan kejutan lain untukku? Lebih baik aku pergi ke took bunga yang dikunjungi Sehun kemarin.

Aku berjalan dengan sedikit berlari dan melompat. Dengan begini semua orang akan tahu bahwa aku sedang bahagia. Ditambah lagi dengan mawar merah yang kubawa ini! Semakin menambah kesan bahagianya diriku sekarang ini.

Tebakanku benar! Sehun memang sedang ditoko bunga sekarang. Tapi apa yang kudapati?

Tubuhku bergetar, mataku panas, hatiku terasa disayat-sayat, aku lemas melihat Sehun sedang berciuman intens dengan wanita yang terpotret dengannya di kameraku kemarin pagi, yang tidak lain adalah penjaga toko bunga tersebut.

Meskipun sedikit terhalang oleh bunga-bunga yang terpajang, aku masih dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka melakukan hal yang tidak senonoh tersebut.

Sehun melingkarkan tangannya dileher wanita tersebut. Dan ia juga mendesak wanita penjaga toko bunga yang kuketahui bernama Cho Hika itu sampai-sampai tubuh mereka menyatu.

Mengerti maksudku? Mereka berdesakan hingga menempel.

Gelap!

Aku tidak dapat melihat apapun!

Hanya HITAM!

Dan…..

‘Hangat.’

Aku bahkan tidak berani membuka mataku, takut-takut akan hal buruk menimpaku.

“Tenanglah~”

Suara angel yang sangat kukagumi itu terdengar sangat dekat.

Joonmyun!

Jadi, Joonmyun sedang memelukku sekarang? Ia membenamkan kepalaku di dadanya. Hingga yang aku rasa hanyalah kehangatan dan ketenangan.

“Aku tenang bersamamu.”

Tanganku bergerak menempati posisi melingkar di pinggangnya. Semakin ku eratkan, semakin kudapat tenang.

Tangannya yang sedang mengelus lembut punggungku semakin membuatku nyaman bersamanya.

“Sebaiknya kita pergi dari sini.”

Ia menuntunku beranjak dari tempat ‘hina’ tersebut. Aku tidak peduli apa pandangan orang lain terhadap kami. Yang jelas, aku masih mengeratkan satu tanganku dipinggangnya. Begitupun ia masih merangkulku, menuntunku dan membiarkanku membenamkan kepala didadanya.

Sekarang kami hanya berdua disebuah halte pinggir jalan. Kalau tidak salah, ini adalah halte tempatku dan Joonmyun dipertemukan oleh ‘takdir’.

“Ini!”

Ia menghamburkan tatapan kosongku dengan memberikan setangkai mawar merah yang sudah lusuh. Tetapi aku tidak sanggup mengambilnya.

“Tadi kau meremasnya dan menjatuhkannya. Meskipun terlihat lusuh, tetapi mawar ini tetap milikmu. Cepat ambillah~”

“Aku tidak akan pernah memegang mawar itu lagi!”

“Wae?”

“Mawar BUSUK! Pemberian dari orang BUSUK!”

“Sooyoung-ah~ Dengarkan aku.” Ia menggeser tubuhku agar dapat berhadapan langsung dengannya.

“Jadi kau kira mawar ini dari Sehun?”

“Ne.”

“Kau salah!”

“MWO?!”

Pernyataannya membuatku bingung. Karena setahuku, aku bahkan tidak memiliki ‘Secret Admirer’.

“Pegang ini!”

Meskipun lemas, aku berusaha menggenggam mawar itu.

“Itu adalah pemberianku.”

“MWO?!”

Alisku bertaut, mataku terbelalak dan mulutku membulat tanda tak percaya.

Perlahan wajahnya mendekat.

‘Apakah dia akan menciumku?’

GLEK!

Sulit sekali rasanya untuk menelan saliva ini. Hidung kami sudah saling menempel.

Dan…

Chu!

Bibir kami bertemu! Hanya sebuah pertemuan bibir yang lembut, tidak lebih. Ia langsung saja melepaskan bibirnya.

“M..mmm..maaff…”

Wajahnya merah dan cara bicaranya berubah gagap. Ck, lucu sekali. Sepertinya ia gugup, ia bahkan menggaruk-garuk tengkuknya yang kuyakini tidak gatal.

“Jadi aku harus mulai dari mana ya?”

Ia mengusap-usap lengannya bersilang.Sementara aku hanya bias tersenyum melihatnya salah tingkah.

Ini baru Joonmyun yang kukenal. Menyenangkan! Figur ini sempat kurasa hilang saat aku mengejar Sehun. Entah karena cemburu atau apa, ia berubah sikap. Tapi sekarang aku senang, Joonmyun-ku sudah kembali.

Ets! Tunggu dulu! Apa tadi kubilang? Joonmyun-ku? Ya Tuhan~ Apa aku …. ?

“Jadi begini … ” Ia mulai membuka suaranya.

Tanpa pikir panjang, aku langsung mempertemukan bibirku dengan bibirnya kasar. Aku menciumnya intens dan dia juga meresponku intens.

Yang menemani ciuman kami kali ini adalah senja yang sebentar lagi akan berubah gelap.

“Garis takdir sudah diukir indah oleh Tuhan. Semuanya akan seirama dengan garis tersebut. Termasuk aku dan Joonmyun. Kami dipertemukan dengan jalan unik. Meskipun kami
sempat melalui tikungan, tapi untunglah kami tidak jatuh saat ditikungannya. Kalian tahu? Tidak ada yang dapat menggambarkan kebahagiaanku saat ini. Tapi jika kalian menggambarkan Joonmyun, aku rasa kalian benar! Karena hanya Joonmyun sumber utama kebahagiaanku. Dialah yang membuatku utuh! Dan hanya dialah yang melihatku sempurna.” (Choi Sooyoung)

 

Perlahan aku melepas tautan bibir kami. Senyumnya terukir sangat indah dimataku.

“Would you be my girlfriend?”

“Sirheo!”

“Waeyo?”

“Girlfriend can be end~ I won’t like that!”

“So…. Eumh….”

Ia terlihat berfikir. Sepertinya ia sedang mencerna perkataanku.

“Baiklah kalau begitu, maukah kau menjadi istriku? Menjadi ibu dari anak-anakku? Dan menjadi sempurna-ku?”

Lihat kan? Aku rasa aku melting sekarang.

“Ne.”

Aku mengangguk sambil tersenyum. Ia justru kembali mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ia bahkan tidak menggubris suara hujan yang tiba-tiba datang menyerbu. Dan ia juga tidak menyadari saat langit gelap dan lampu halte menyala tiba-tiba.

Saat wajahnya sudah sangat dekat…

“PAYUNGKUUUUUUUUU~~~”

Aku mencoba bercanda ditengah masa romansa kami ini. Meskipun terlihat seperti anak kecil, aku tidak peduli! Toh, hanya ada aku dan Joonmyun disini.

Terimakasih Tuhan~ Kau telah menggariskan hidupku nan indah bersama Joonmyun.

“Mohonlah pada Tuhanmu. Niscaya ia akan mendengarmu. Meskipun berbeda dengan harapanmu, tetapi Tuhan tahu yang terbaik untukmu.”

(Perfect’s Acme).

END

Nah! Gimana readerdeul? Aku mohon kritik dan sarannya yaa~ ^^ Komentar apapun akan saya terima🙂
Oh ya, sebenernya ff ini aku buat untuk hadiah ulang tahun sahabatku. Yang aslinya bukan ber-maincast Sooyoung-Suho. Tapi berhubung aku lagi suka sama Sooyoung-Suho. Jadi kubuat versi Sooyoung-Suho nya :3
Dan untuk karakter Sehun yang kubuat playboy and naughty disini aku minta maaf yaa ^^ Aku gamaksud ko’ soalnya aku juga fansnya Sehun :3
Dan satu lagi. Perihal kiss scene nya Sehun. Aku sengaja bikin aku sebagai pairingnya supaya ga ada bash-bashan. Dan kebetulan juga Sehun biasku. Jadi aku mampang dikit gapapa kali yaa? Muehehe😀

Ini ff remix pertamaku J

Maaf, typo bertebaran😀

Thanks for reading ya🙂

12 thoughts on “[FICLET] Perfect’s Acme

  1. Yeay, kepoktangan entah kenapa q lg keranjingan ff suho ma lead K ini. G0od j0b lah, q s7 ja ceh sehun krktrny playboy tp kissnya hrusnya ama q saeng. #rebutan

  2. Aduh duh, jangan bikin ff semanis ini, entar diabetes susah ngobatinnya :3

    Omaigat joonmyunie jangan salting gitu, berasa aneh tau

    Eh eh tapi, Sehun pacar gue #ApeDah kok gitu sih :3 dia kan gak playboy. Dia setia kok sama aku, meskipun aku tiga’in sama Baekhyun dan V. Eh kesebut keluarga eyeliner :3

    Ah yeah saya alay, mohon dimaklumi ya. Oke cukup sekian terima gajih #Wushhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s